"Maaf mbak, ini ada yang jatuh", sebuah suara dari seseorang yang sepertinya pernah kudengar. Tanpa ragu2 saya menoleh ke belakang, sebuah tangan berkulit putih dengar jari2 yang besar, terlihat menyodorkan maskaraku. Tiba2 dia tertawa "Yaelah, kau Makino? harusnya se ingat dari merk maskaramu, dari SMA kan pake merk ini", Katanya dengan suara yang sangat renyah. "Miki? Hai? Kuliah dimana sekarang", tanyaku sambil tersenyum. "Jauh neng, di Bandung, sukur ketemu disini, kalu enggak, susah ketemunya kita, thx to Maskaramu, hehehehe", tawa yang cantik, yang selalu kurindukan. "Gimana novel yang dulu? udah jadi? kan dah 3 tahunan lewat, dulu juga janjinya saya bakal jadi orang pertama yang baca hasilnya, iya toh?", katanya. Deg, jantungku serasa mau copot, dan akhirnya pertemuan sama dia, jadi kacau, saya lebih banyak diam karena pikiran lagi main2 ke masa lalu.
Sepertinya sahabatku ini tidak tau, bahwa aku tidak menulis lagi, novel fiksi itu tidak pernah selesai, stuck di halaman 177. Sejak kejadian itu, aku malas menulis lagi, palingan hanya tulisan ringan, sekedar mengisi blog. Tulisan fiksi tak lagi kubuat. Saya sudah kehilangan semangat dan gairah untuk itu. Walaupun kisah "Berhentinya seorang Makino Aya menulis" bukan kisah yang tragis, tapi saya sudah keburu kesal.
2006, ulang tahun ke 18, ayahku menghadiah satu set komputer baru, CPU keren, dengan monitor layar datar, impianq, tapi sebagai gantinya CPU jadulku di ambil, maklum lah, tukar tambah. Semua data dan tulisan2 yang menurutku suatu keajaiban yang bisa membuatku menulis cerpen ataupun novel fiksi sarat khayalan dan teka teki. Aku meminta semua dataku terutama tulisan2q di back-up. "Iya, nanti saya back up kan, sekarang saya bawa cpunya dlu, sudah parah banget sih", kata si penjual. saya ok-kan saja. Lama kelaman saya terus meminta data penting itu, slalu dikatakan bahwa cpu itu ada di tangan temannya, puncaknya saat dia bilang "aduh datanya udah kehapus mbak". Sedih, marah, gak tau mau ngapain, sejak saat itulah, saya berhenti menulis, sepertinya saya sudah capek, tidak ada motivasi lagi.
Itu dulu deh, mulai kesal nih
Friday, February 20, 2009
Friday, January 23, 2009
Maaf anda menghalangi jalan saya
Saya berencana membuat Majalah dalam bentuk audio visual a k a, compact disc. Karena rencana saya untuk membuat newletter terhambat oleh tidak adanya kerjasama yang jelas antara redaksinya.
Saya selalu semangat untuk meminta karya-karya teman2 saya, dan teman-teman saya selalau semanga memberikan alasan. Belom diedit makino, nanti deh, ada dirumah, belom tau mau nulis apa, dan berbagai alasan lain yang bikin mumet. Rencana membuat newsletter sudah ada dari tahun lalu, yang rencana diterbitkan awal januari.
Karena alasan itulah saya memilih move dan bergabung dengan teman2 yg lain yang sama2 sedang dalam pembelajaran mengenai audio visual, desain grafis, dan editing untuk membuat majalah yang ditujukan untuk kalangan orang muda. Dengan bekal imajinasi, dan nekat2an, kami bersatu untuk berusaha membuat majalah compact tersebut.
Masih ada lagi yang ingin kami lakukan, sedikit mencuri ide dari senior saya di Karampuang, kami berencana membuat band karaoke. yah dengan modal laptop, cool edit n sound system, insya allah jadi deh.
Kenapa saya memilih move? karena saya merasa ide saya tidak ingin dihalangi, kalau tidak bisa disini yah disana, yang penting jalan.
Maaf, anda menghalangi jalan saya, kalo gak mau minggir yah saya tidak mungkin mundur, saya akan memilih jalan lain, hingga saya menemukan yang saya cari...
Makino Aya
(tanggal brapa nih yah?)
Saya selalu semangat untuk meminta karya-karya teman2 saya, dan teman-teman saya selalau semanga memberikan alasan. Belom diedit makino, nanti deh, ada dirumah, belom tau mau nulis apa, dan berbagai alasan lain yang bikin mumet. Rencana membuat newsletter sudah ada dari tahun lalu, yang rencana diterbitkan awal januari.
Karena alasan itulah saya memilih move dan bergabung dengan teman2 yg lain yang sama2 sedang dalam pembelajaran mengenai audio visual, desain grafis, dan editing untuk membuat majalah yang ditujukan untuk kalangan orang muda. Dengan bekal imajinasi, dan nekat2an, kami bersatu untuk berusaha membuat majalah compact tersebut.
Masih ada lagi yang ingin kami lakukan, sedikit mencuri ide dari senior saya di Karampuang, kami berencana membuat band karaoke. yah dengan modal laptop, cool edit n sound system, insya allah jadi deh.
Kenapa saya memilih move? karena saya merasa ide saya tidak ingin dihalangi, kalau tidak bisa disini yah disana, yang penting jalan.
Maaf, anda menghalangi jalan saya, kalo gak mau minggir yah saya tidak mungkin mundur, saya akan memilih jalan lain, hingga saya menemukan yang saya cari...
Makino Aya
(tanggal brapa nih yah?)
Monday, January 19, 2009
Lawan...!!!
Terinspirasi dari curhat-curhatan saya tadi malam dengan beberapa orang senior. Saat merasa kebenaran ada dipihak kita, tegakkan dan LAWAN. Dalam artian lawan orang-orang yang menghalangi untuk bertindak sesuai aturan.
Tak bisa dipungkiri, saya sendiri pun terkadang suka bertindak tanpa aturan jika "aturan mainnya tidak jelas", tapi saat aturan tertulis sangat jelas terpampang di lembaran SURAT KEPUTUSAN, yang bisa saya baca setiap hari karena kebetulan tersimpan dalam laptop saya, saya pun berang saat ada yang berusaha merusak persetujuan yang telah disepakati.Apalagi saat mengajak orang-orang yang tidak punya andil dalam masalah ini, yang kebetulan "PELAKU UTAMA" masalah ini.
Mereka bilang saya kaku, mereka bilang saya sok tegas, bahkan ada beberapa dari mereka yang bilang saya sok senior. Hahahahahahaha, jadi lucu juga, Sok Senior saja kami para senior tidak dihargai, apalagi jika tidak. Sebagai anggota muda, yah mbok hargain atuh seniornya, jangan main sikat kiri kanan, cerita sana sini. Apa gak ada hal positif lain yang bisa kalian lakukan selain merusak nama sanggar dengan kelakuan yang bikin pusing?
by the way, i gotta go, mungkin besok aku lanjut lagi tulisan ini.
nb: buat yang tersinggung, sukur deh masih punya perasaan
huhuhuhu
Tak bisa dipungkiri, saya sendiri pun terkadang suka bertindak tanpa aturan jika "aturan mainnya tidak jelas", tapi saat aturan tertulis sangat jelas terpampang di lembaran SURAT KEPUTUSAN, yang bisa saya baca setiap hari karena kebetulan tersimpan dalam laptop saya, saya pun berang saat ada yang berusaha merusak persetujuan yang telah disepakati.Apalagi saat mengajak orang-orang yang tidak punya andil dalam masalah ini, yang kebetulan "PELAKU UTAMA" masalah ini.
Mereka bilang saya kaku, mereka bilang saya sok tegas, bahkan ada beberapa dari mereka yang bilang saya sok senior. Hahahahahahaha, jadi lucu juga, Sok Senior saja kami para senior tidak dihargai, apalagi jika tidak. Sebagai anggota muda, yah mbok hargain atuh seniornya, jangan main sikat kiri kanan, cerita sana sini. Apa gak ada hal positif lain yang bisa kalian lakukan selain merusak nama sanggar dengan kelakuan yang bikin pusing?
by the way, i gotta go, mungkin besok aku lanjut lagi tulisan ini.
nb: buat yang tersinggung, sukur deh masih punya perasaan
huhuhuhu
Tuesday, December 30, 2008
Kembali soal mutiara
Putri mutiara tetap setia, menunggu pangerannya kembali, dengan setia dia menjalani hari-harinya sendiri, sambil berharap sang pangeran menepati janjinya untuk kembali. Tanpa putri sadari jauh sebelumnya dalam perjalanan, sang pangeran telah menemukan mutiara lain, yang kemudian diajaknya berjalan beriringan selama perjalanannya. Hingga kabar tersebut sampai ke teling sang putri yang kemudian kembali berduka yang teramat dalam, setelah sebelumnya di klaim sebagai pencuri tunangan putri lain dari kerajaan salju. Duka yang teramat dalam yg kemudian membuatnya tdk percaya pada smuanya, yang membuatnya ingin kembali berlari seperti saat pangeran meninggalkannya, tp berjanji untuk kmbli lg. semua mimpinya benar2 hancur, dan kenyataan didepan mata
Sunday, December 21, 2008
Bantu Indonesia Kita
Ada cerita menarik yang saya dapatkan dari perjalan trans java saya yang lalu. Menarik karena ini tentang kekayaan Indonesia yang ironisnya tidak dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Sepanjang perjalanan, soflenses yang tadinya berwarna coklat berubah menjadi hijau melihat hamparan sawah hijau yang luas sepanjang mata memandang. Saya juga sempat ke Keong Mas, TMII menonton sebuah film documenter berjudul “Indonesia Indah II”, yang asli membuat saya berkaca-kaca sambil tersenyum Melihat indah dan kayanya sebuah Negara bernama INDONESIA, dalam hati ini pun terbersit perasaan bangga menjadi seorang Indonesia.
Tapi kenapa pada enggak nyadar? Hutan bagus-bagus malah dirusak, hasilnya yah kebakaran hutan, asap dimana-mana yang dikomplein negara lain karena asapnya sudah menganggu negara mereka, gersang, banjir, tanah longsor, tidakkah manusia-manusianya sadar kalau itu semua ulah mereka sendiri? Laut yang mestinya menjadi kebanggaan Indonesia sebagai negara kepulauan sekarang malah jadi tempat mejeng sampah yang memulai tur-nya di kali dan sungai.
Kembali ke soal sawah yang menghampar luas di sepanjang jalan mulai dari jakarta hingga Jakarta lagi. Saya tidak habis fikir, orang Indonesia sekali makan sebanyak apa sih? Kok berasnya gak cukup-cukup? Kok masih ada saudara-saudara kita yang kekurang makanan hingga menderita gizi buruk?Ironis. Padahal Indonesiakan sawahnya banyak banget, bukan hanya di jawa lho, tapi seluruh provinsi di Indonesia sawahnya banyak banget (daripada jadi pengangguran mending jadi petani aja, lumayan buat ngurangin jumlah angka pengangguran di Indonesia) dan harusnya punya persediaan beras yang lebih dari cukup untuk makan sehari-hari.
Biar enggak susah skill mancing dan bercocok tanam juga mesti ada, jadi buat yang di PHK, bisa nanam sayuran sendiri, bisa mancing sendiri, kalu ada lebihnya yah dijual buat tambah-tambahan biaya. Lumayan daripada ngambil resiko jadi maling ayam yang gak gaulkan? Laut Indonesia luas kok, Ikannya juga gak ada yang punya, tinggal berdoa aja ama tuhan semoga tangkapannya banyak.
Bantu Indonesia dengan cara membantu diri kita sendiri biar lebih punya perasaan untuk membantu saudara-saudara yang perlu bantuan, biar bisa ikut bantu-bantu buat bantuin Indonesia yang perlu dibantu untuk membantu rakyatnya.
Sepanjang perjalanan, soflenses yang tadinya berwarna coklat berubah menjadi hijau melihat hamparan sawah hijau yang luas sepanjang mata memandang. Saya juga sempat ke Keong Mas, TMII menonton sebuah film documenter berjudul “Indonesia Indah II”, yang asli membuat saya berkaca-kaca sambil tersenyum Melihat indah dan kayanya sebuah Negara bernama INDONESIA, dalam hati ini pun terbersit perasaan bangga menjadi seorang Indonesia.
Tapi kenapa pada enggak nyadar? Hutan bagus-bagus malah dirusak, hasilnya yah kebakaran hutan, asap dimana-mana yang dikomplein negara lain karena asapnya sudah menganggu negara mereka, gersang, banjir, tanah longsor, tidakkah manusia-manusianya sadar kalau itu semua ulah mereka sendiri? Laut yang mestinya menjadi kebanggaan Indonesia sebagai negara kepulauan sekarang malah jadi tempat mejeng sampah yang memulai tur-nya di kali dan sungai.
Kembali ke soal sawah yang menghampar luas di sepanjang jalan mulai dari jakarta hingga Jakarta lagi. Saya tidak habis fikir, orang Indonesia sekali makan sebanyak apa sih? Kok berasnya gak cukup-cukup? Kok masih ada saudara-saudara kita yang kekurang makanan hingga menderita gizi buruk?Ironis. Padahal Indonesiakan sawahnya banyak banget, bukan hanya di jawa lho, tapi seluruh provinsi di Indonesia sawahnya banyak banget (daripada jadi pengangguran mending jadi petani aja, lumayan buat ngurangin jumlah angka pengangguran di Indonesia) dan harusnya punya persediaan beras yang lebih dari cukup untuk makan sehari-hari.
Biar enggak susah skill mancing dan bercocok tanam juga mesti ada, jadi buat yang di PHK, bisa nanam sayuran sendiri, bisa mancing sendiri, kalu ada lebihnya yah dijual buat tambah-tambahan biaya. Lumayan daripada ngambil resiko jadi maling ayam yang gak gaulkan? Laut Indonesia luas kok, Ikannya juga gak ada yang punya, tinggal berdoa aja ama tuhan semoga tangkapannya banyak.
Bantu Indonesia dengan cara membantu diri kita sendiri biar lebih punya perasaan untuk membantu saudara-saudara yang perlu bantuan, biar bisa ikut bantu-bantu buat bantuin Indonesia yang perlu dibantu untuk membantu rakyatnya.
Tuesday, December 16, 2008
Mutiara = wanita ???
Saya sempat kaget dan jadi cumi saat tau alasan pacar saya memutuskan hubungan kami beberapa waktu lalu, aneh tapi nyata saya merasa terhormat sebagai wanita. "Wanita adalah sebuah mutiara yang sangat amat mahal, dan mutiara yang mahal tentu tidak disimpan di etalase toko, tapi di dalam sebuah brankas besi baja dengan 1001 pengamanan dan pengawalan ketat. Wanita adalah benda terhormat, bukan untuk di pandangi, di lecehkan, atau di cemooh bak sampah. Wanita adalah benda terhormat yang harusnya dilindungi dan dipuja. Brankas mutiara mahal hanya akan dibuka pada saat ada yang serius ingin memilikinya. Aku tidak ingin lagi memandangimu, karena hasratku dapat merusak kemuliaan sebuah mutiara. Kelak 5 atau 7 tahun lagi, saat aku sudah menjadi lebih baik, dan mampu memiliki mutiara itu, aku akan kembali menjemputmu dari brankas pengap itu. Selama itu, aku hanya berharap sang mutiara sabar menungguku". Tapi jika wanita bak mutiara mahal yang seakan sulit diraih, bagaimana dengan wanita-wanita malam? Apa mereka tidak lebih sebagai sampah masyarakat? Tapi mereka wanita juga kan? Bagaimana jika sang mutiara mahal mempunyai tuntutan hidup yang dengan terpaksa menjalani nasibnya sebagai pelacur? Bukankah banyak pekerjaan yang lebih baik dari kebinalan itu? Sawah di Indonesia banyak, kenapa enggak bertani? Laut Indonesia luas, kenapa enggak jd nelayan? Atau sang mutiara binal hanya mencari cara instan mengikuti keglamoran dunia yang makin hari makin ribet and bikin mumet? Pelacur wanita juga, kadang perasaannya juga teriris, mereka juga mau hidup normal, tapi enggak mau susah. Walaupun kadang kasihan juga melihat mereka kerja rodi tengah malam melayani om-om bejat yang enggak ingat anak istri lagi dirumah. Pernah enggak si binal membayangkan jika seandainya dia punya suami "resmi", yang tidur dengan wanita lain diluar sana. Sesama wanita bukankah harus saling mengerti?
Apa benar hari gini wanita masih sama dengan mulianya sebuah mutiara? Bagaimana dengan perempuan binal yang open aja buat semua lelaki yang menginginkan vaginanya? Biar dikata "laku", populer, playgirl, atau apa sajalah. Bukankah mutiara dapatnya susah payah? Jadi perempuan seperti ini, apakah mutiara juga? atau hanya bahan "eksperimen" laki-laki yang hanya ingin menikmatinya?
open your eyes gals....
Apa benar hari gini wanita masih sama dengan mulianya sebuah mutiara? Bagaimana dengan perempuan binal yang open aja buat semua lelaki yang menginginkan vaginanya? Biar dikata "laku", populer, playgirl, atau apa sajalah. Bukankah mutiara dapatnya susah payah? Jadi perempuan seperti ini, apakah mutiara juga? atau hanya bahan "eksperimen" laki-laki yang hanya ingin menikmatinya?
open your eyes gals....
Subscribe to:
Posts (Atom)
